Selama ini, Aku tak mempercayai adanya keajaiban. Walaupun Aku sering melihat dan mendengar banyak fakta tentang keajaiban. Tapi Aku tak pernah percaya akan itu. Sampai akhirnya, ada hal yang membuatku sangat percaya akan adanya keajaiban. “Dhira! Kamu harus teruskan perjuangan Ayah… hanya kamu yang diwarisi aliran darah itu! Kamu harus selamatkan Dunia kita!” ungkap Ayah. Saat itu, Dunia yang selama ini kutempati sudah sangat hancur. Tidak banyak yang dapat merubah keadaan ini. Entah sejak kapan Dunia kami dipenuhi dengan monster-monster menjijikkan dalam bentuk naga raksasa. Mereka memperbudak seluruh manusia yang ada di Dunia ini. Sudah banyak nyawa yang hilang di Dunia ini. Dan konon, yang bisa memusnahkan monster naga itu hanyalah Pedang Api. “Tapi, Yah… kenapa Aku? Aku seorang perempuan dan Aku tak yakin dapat melakukannya!” tolakku. “Sayang… hanya kamu yang bisa. Apa kamu tidak melihat banyak yang sudah kehilangan nyawa? Bahkan, ...
Semua terdengar memiliki irama ditelingaku. Setiap lantunan detik dari waktu yang terus berjalan ada bisikan dari pasir dijalanan yang tak disadari adanya. Arakan awan membawa lukisan sederhana dari biru dan putih terlewatkan oleh insan yang tengah beradu dengan sengat matahari. Seperti hari biasanya dia sudah berdiri di pinggir trotoar menunggu si merah datang. Wajahnya kian kusam akibat terpaan panas jalanan dan asap kendaaraan yang sudah akrab dengan hidupnya. Topi coklat usang yang di dapat dari seorang pengendara sepeda motor dua tahun lalu di kemacetan lampu merah masih setia melindungi kepalanya. “Kapan kau akan sadar?” seorang lelaki dengan tinggi seperti seorang polisi dan tusuk gigi yang tengah menari dimulutnya menghapuskan lamunannya ditepi jalan. Seorang yang memberinya segelas air segar sekaligus orang yang membuatnya tak ingin minum lagi. Setiap sore ia akan datang mencarinya dan memberinya sebungkus nasi berisi lauk tempe sambal atau bahkan ayam goreng. Mereka boleh s...
Keanehan Prabowo Mulai Terkuak Selama ini saya tak terlalu memperhatikan sisi-sisi negatif dari kedua capres: Prabowo dan Jokowi. Kalaupun saya beberapa kali membandingkan mereka melalui tulisan, saya lebih menyukai membandingkan kelebihan keduanya. Siapa yang lebih baik, kira-kira begitu. Namun akhir-akhir ini, semakin saya selami gerak- gerik mereka dalam persiapan maupun usaha memenangkan pilpres, saya mulai melihat keanehan- keanehan. Tetapi keanehan itu terutama saya lihat pada diri Prabowo Subianto. Mari simak. 1. Mengidentikkan Dirinya Seperti Sosok Soekarno Calon presiden Prabowo Subianto sering mengidentikkan dirinya seperti sosok Presiden ke-1 Republik Indonesia Soekarno dikritik. Hal ini terlihat dari cara berpakean, cara berbicara dan gerak tangan saat bicara, dan termasuk ide. Dalam banyak hal, sangat kelihatan Prabowo meniru sosok Soekarno, dia meng-Soekarno-soekarnokan dirinya sendiri. Ini sangat aneh, karena Soekarno musuh politik ...
Komentar
Posting Komentar
thanx